Home»Berita»Libatkan Satgas, Kementan Intensif Awasi Impor Bawang

Libatkan Satgas, Kementan Intensif Awasi Impor Bawang

0
Shares
Pinterest Google+

Jakarta (4/5), – Sehubungan dengan pemberitaan peredaran bawang bombay ilegal sebagaimana dalam pernyataan Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, dalam relese persnya, mengungkapkan bahwa bawang asal India masuk ke Indonesia, dan diloloskan Kementerian Pertanian.

Peryataan tersebut direspon Kementerian Pertanian, melalui Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr. Antarjo Dikin. Ia menegaskan, terkait peredaran bawang bombay menyerupai bawang merah di sentra produksi bawang merah maupun di seluruh NKRI, Badan Karantina Pertanian mendukung Satgas Pangan Pusat Mabes Polri dan di daerah untuk melakukan penyelidikan dan penindakan secara hukum, bila ditemukan indikasi ilegal baik pemasukan maupun penyalahgunaan ijin/rekomendasi impor.

“Bila ditemukan indikasi ilegal baik pemasukan maupun penyalahgunaan ijin/rekomendasi impor supaya segera ditindak,” Ungkap Antarjo.

Ia mengatakan, Pengawasan terhadap pemasukan bawang merah ilegal terus dilakukan secara bersama TNI dan Polri. Sepanjang tahun 2017 telah ditemukan 89 ton dan tahun 2018 10 ton, dan akan terus intensif di sepanjang zona rawan penyelundupan.

Antarjo menegaskan, bahwa pengawasan pemasukan bawang bombay oleh petugas karantina pertanian di tempat pemasukan yang telah ditetapkan adalah terhadap aspek kesehatan dan keamanan pangan yang telah dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan amanat UU nomor 16 tahun 1992 untuk melakukan pencegahan masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina.

Antarjo mengatakan, petugas karantina tetap melakukan pengawasan terhadap pemasukan bawang bombay untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan keamanan pangan sesuai dengan dokumen persyaratan dan keamanan pangan yang diterbitkan oleh otoritas berwenang di negara asal, sesuai dengan Permentan 43 tahun 2012 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Sayuran Umbi Lapis Segar ke Wilayah Republik Indonesia.

Lanjut Antarjo, nahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 55 tahun 2016 tentang Pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan, umbi lapis tidak dapat masuk ke wilayah Indonesia, apabila tidak memiliki Certificate of Analysis (COA) dan tidak dilakukan prior notice sebelum masuk teritorial Indonesia;

“Pemasukan umbi lapis hanya melalui pelabuhan Belawan, Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, dan Free Trade Zone Area (Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun” ungkapnya.

 

Sumber : pontas.id

Previous post

Menyusul Cavendis, Pisang Mas Tanggamus Masuki Pasar Ekspor

Next post

Pahami Karantina, Mahasiswa Sebelas Maret Fieldtrip ke Tanjung Emas Semarang

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *